Pesan Hari Ini, Tiada Berdaya!

Fauzi Nugroho, Sering sekali kita mendengar Success Story seseorang setelah yang bersangkutan menduduki posisi yang lebih tinggi di masyarakat atau karir pekerjaan. Sebagian dari kita beranggapan bahwa keberhasilan yang dicapai adalah karena kerja keras dan kepandaian semata, manusia seriung lupa nitmat yang diperoleh adalah karena karunia ilahi.  Manusia baru sadar bila ia ditimpa kesusahan, dan kemudian melupakannya bila memperoleh kesenangan.

Dalam video “Perjalanan Menuju Akhirat” karya harun yahya,  dicontohkan sosok seorang jeremy cliff, mahasiswa hukum, Universitas Cambridge yang bercita-cita besar di masa depan. Malangnya suatu hari ia mendadak jatuh sakit dan pingsan ketika sedang bekerja diruang profesornya, dengan segera ia dibawa kerumah sakit,  salah satu pembuluh otaknya telah pecah dan ia mengalami stroke. Tim dokter segera mengoperasinya, tapi mengalami kerusakan otak yang cukup parah, dan kehilangan otaknya jangka pendeknya, dan seluruh nilai akademis dan cita-citanya menjadi pengacara menjadi sirna,  kini ia tak mampu mengingat segala yang didengar  dan dilihatnya lima menit yang lalu, ia harus merekam semua apa yang dilakukan, ia bahkan harus mendengan rekaman untuk sekedar tahu bahwa ia sudah makan atau belum . Dari bercita-cita menjadi pengacara yang berhasil, ia tiba-tiba berubah menjadi sosok yang tak berdaya yang tak mampu mengingat  apa yang ia kerjakan lima menit sebelumnya yang selamanya membutuhkan perawatan dan perhatian.

Atau Toshigoshi Saki. asal jepang adalah pembisnis sukses  wanita yang telah berkeluarga dengan bahagia. Sayang suatu hari ia jatuh sakit dan mengalami kerusakan pada bagian otaknya. Wanita karir kaya raya dan penuh percaya diri di suatu hari,  namum penyakit menjadikannya cacat mental dikeesokan hari,  ia bahkan tak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri. Sejak kehilangan ingatannya, karir yang selama ini dibangun semasa hidup tak lagi memiliki arti apapun.

Sebenarnya kita sudah diingatkan melalui firman Allah yang menyebutkan, “Maka apabila manusia ditimpa masalah ia menyeru kami, kemudian apabila kami berikan kepadanya nikmat dari kami ia berkata” “Sesungguhnya aku diberikan nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.” ( Qs, Az Zumar, 39:49). Semoga kita menjadi makluk yang bersykurur akan segala nikmat yang allah berikan, sesuatu yang kita miliki adalah kepunyaanNya dan kepadaNya lah akan kembali.

Leave a Reply